Pengikut

Sahabat dari Kecil dan Hingga Ujung Waktu

Hidup di dunia ini tak akan lepas dari namanya seorang sahabat, dimana mereka dapat diartikan sebagai separuh jiwa yang bisa membuat kita tersenyum dikala sedih oleh tergoresnya luka atau semerkah senyuman.  Mereka dapat membangkitkan semangat kita dikala lemah dan mencoba untuk membangunkan kita, dikala kita kala dalam keterpurukan. Mungkin seiringnya waktu dalam persahabatan ada kerikil-kerikil yang dapat merusak indahnya persahabatan. Itu adalah wajar dimana kita sebagai manusia jauh dari kesempurnaan dan perbedaan pendapat itu bumbu yang dapat menambah rasa dalam sebuah “Persahabatan”.


Dari kecil pun kita sudah mengenal teman,dengan seriring intensitas pertemuan, nyaman dengan mereka. Tanpa disadari dari situ timbul sebuah rasa, .rasa ini beda dengan rasa jatuh cinta atau pandangan pertama tapi rasa ini adalah “Persahabatan”. Bersyukurlah kalau setiap manusia mempunyai sahabat yang selalu ada dalam kita dalam suka ataupun duka, tanpa disadari kehadiran mereka bisa membawa angin-angin positif bagi kelangsungan hidup ini. Disini aku ingin memperkenalkan mereka semua sahabatku. Aku berharap kehadiran mereka akan selalu menjadi seperti “kobaran api” yang selalu menyala dan tak pernah padam untuk memadamkan semangatku dalam meraih cita-cita,cinta dan sebuah kebahagiaan dunia-akhirat.


Dari TK aku punya temen yah namanya juga masih TK pasti banyak dong teman masih lucu-lucunya mukanya dan tingkah laku. Yuk naik setingkat yaitu SD alias Sekolah Dasar. Disini awal aku mengenal semuanya bayangkan dari kelas 1-6 kita bersama-sama. Waktu kelas 3 hingga kelas 5 aku punya seorang sahabat dimana kita selalu bersama-sama saat istirahat, les bareng-bareng hingga bermain bersama tanpa mengenal waktu. Aku ingin memperkenalkan NIASTIRAN. Apa sih tuh NIASTIRAN, bukan nama apa-apa sih. Itu hanya sebuah kumpulan nama dan disingkat dalam satu kata yaitu “NIASTIRAN”. Ni yaitu nita, As yaitu Asri ,Ti yaitu aku sendiri yaitu Titis, Ra yaitu Ratih dan An yaitu Andry. Tapi selepas kelas 6 Aku terlepas dari mereka soalnya aku beda kelas. Dari situ aku kaya punya ” teman baru” , bukan maksud untuk melupakan teman lama tapi aku juga tak menapik kami bubar jalan. Yah gitu deh gak bareng-bareng seperti dulu lagi. Dan sampai sekarang pun kami loss contact mungkin bertemu kalau ada suatu “acara”. Walaupun sedih, tak apalah teman akan selalu ada apabila kita selalu welcome untuk berteman. Dan Aku bertemu dengan seorang teman TK ku dulu. Waktu zaman sd dulu kan sering tuh kalau berteman dengan buat genk. Beuh ini bukan genk kejahatan loh :p. Ini hanya sebuah kumpulan aja loh tapi kegiatannya positif.


NARANS begitulah singkatannya..dimana kami berenam dengan berbagai latarbelakang, dengan sifat yang berbeda-beda Nur, Ayu atau Titis, Rita, Ana atau Vivi, Novi dan Lia Novita sari. Tapi sampai saat ini aku tinggal bertiga hanya dengan Vivi dan Rita. Wow udah delapan tahun loh kita bersahabat walaupun kita bertiga beda SMP dan SMA tapi , kita masih sempat meluangkan waktu untuk bersama-sama. Tapi aku berharap gak berhenti sampai disini aja aku mau selamanya hingga ujung waktu. Susah loh menyatukan tiga orang dalam satu waktu. Meski dalam kenyataan perdebatan dalam menyatukan waktu selalu ada dan sedikit menguras emosi..tapi itulah proses “Pendewasaan” gak selamanya kita tuh bisa akur. Tapi kita selalu intropeksi diri masing-masing setiap ada masalah pasti ada jalan keluarnya so dewasalah dalam bersikap. Yah walaupun ada perdebatan kecil tapi mereka selalu dalam hatiku sebagai seorang sahabat.
Hmm penasaran sama kita..Yuk liat fotonya hehe









                                                        Dari kiri-tengah-kanan
                                            Titis Ayuningsih - Viviana Ambarwaty - Rita Rosita


Aku berharap semoga kita bisa selalu bersama-sama dan mewujudkan cita-cita masing-masing tanpa harus mengorbankan persahabatan ini. Tanpa kalian sadari doa tulus selalu ku panjatkan hanya untuk kalian. Teruslah menjalani kehidupan ini dengan hati yang tulus. Seperti kata-kata kalian : Jadikan hidupmu menjadi perisai atas serangan putus asamu hingga waktu menghapus kesedihan itu. Hidup mengajari kita tentang makna bersyukur di pagi hari juga tentang kerja keras  diterik siang tersenyum saat senja serta merasa damai ketika terlelap dalam makna. Walaupun kata-kata itu terlihat sederhana tetapi memilki makna yang begitu dalam hingga hatiku terenyah oleh kata sederhana kalian. Ketika ku kembali membaca kata mutiara dari kalian tanpa disadari air mata ini menetas hingga membasahi pipiku mungkin ini berlebihan tapi inilah kenyataan. Walau terik matahari mencoba membakar kulit, ketika rintihan hujan membasahi baju ini, walau sinar rembulan mencoba menerangi malamku tapi kebersamaan bersama kalian yang selalu ku tunggu. Ketika semua kelelahan akan hilang oleh suara tawa dan ketika keresahan pun hanyut ketika ada sebongkah senyuman.


Hemm mengutip sedikit lirik lagu “Sebuah Kisah Klasik dan Sahabat Sejati”
Smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..
(Sebuah kisah klasik )....Ku S'lalu Membanggakanmu..Kaupun slalu menyanjungku..Aku dan kamu darah abadi.......Demi bermain bersama..kita duakan segalanya..
Merdeka Kita,Kita Merdeka !!!

Persahabatan ini WAJIB dikenang dan terus kita jaga walau badai menerjang. Yah untuk kalian semua yang membaca tulisanku ini..semoga kalian bisa selalu bersama sahabat terbaik kalian hingga ujung waktu. Dan selalu menjadi pribadi yang tak pernah lelah untuk mengejar cita-cita. Ingat sahabat ketika kamu terjatuh , mereka akan membantumu untuk membangunkanmu dan bersiap untuk melompat lebih tinggi..Yihaaaaa !!!!!!!

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya J
Salam persahabatan dari ku



Titis Ayuningsih
                                                                                  Pulojahe, 12 Agustus 2011- jam 0:50




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D