Menepi dari Keramaian, Yuk, Wisata ke Belitung dan Nikmati Ketenangan Hidup

Semangat, 2020! Sudah ada yang membuat resolusi? Semoga satu persatu dapat terwujud, ya! Btw, sudah ada rencana belum mau kelayapan eh ngebolang ke mana di tahun ini? Jika belum ada, semoga postingan ini dapat memberikan solusi :) Masih teringat dalam beberapa tahun lalu, saya ingin sekali mengunjungi daerah syutingnya Laskar Pelangi, ya, Belitung.

Bandara Belitung 
Film yang mengangkat kisah anak muda di Belitung yang sangat bagus dari segi alamnya dan pantainya. Akhirnya, mimpi saya terwujud tahun lalu, tepat saat ada outing kantor. Karena, untuk wisata ke luar pulau dan menggunakan alat transportasi udara, saya harus mengatur ulang keuangan. Dan saya baru menyadari keuangan pribadi tahun lalu, meski sangat telat, tapi masih ada waktu untuk mengelola keuangan di tahun ini :)

Pantai Tanjung Kelayang
Belitung, kota yang menurut saya pribadi, kota yang damai dan sepi. Ya, saya pertama kali ke Belitung, bulan November lalu. Rute Jakarta-Belitung, hanya ditempuh 45 menit dari udara. Yang harus diingat, bandaranya berada di Tanjung Pandan ya, Belitung. Kadang, masih ada yang keliru kalau Bangka dan Belitung, kota yang sama, padahal berbeda provinsi loh. Kalau kata teman saya, dari Belitung ke Bangka, harus ditempuh dengan pesawat terbang.

Belitung, mulai Menyadari Obyek Wisatanya

Belitung, dikenal dengan kota penghasil timah, hal ini diperkuat dengan adanya beberapa galian yang berada di danau Kaolin dan masih aktif sampai sekarang. Saat saya mengikuti open trip ke Belitung, mereka bercerita kalau sekarang masyarakat di Belitung sudah menyadari dengan aset pariwisatanya. Banyak pantai yang menakjubkan di sana, seperti pulau Lengkuas, Pantai Tanjung Kelayang dan lain-lain. Bagi yang suka keindahan bawah laut, sangat direkomendasikan ke Belitung.

• Pantai Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang pertama kali melihatnya di film Laskar Pelangi, saat dulu pernah terucap, bagus ya pantainya, adem dan ternyata saat berkunjung ke sini, pantai Tanjung Kelayang bagus euy! Perjalanan yang ditempuh dari bandara menuju Pantai Tanjung Kelayang sekitar 45-60 menit, tapi karena kondisi jalanan Belitung masih sepi dan tidak macet, maka kamu akan menikmati perjalanan yang menyenangkan.

Pantai Tanjung Kelayang 
Sangat disarankan, saat mengunjungi Belitung, menggunakan open trip,  karena di sana,  akses transportasi tidak ada. Diakui, perjalanan ke Pantai Tanjung Kelayang ini melewati perkebunan sawit, pemukiman warga hingga sampai menuju ke daerah pantainya. Jaraknya sekitar 27KM dari Bandar Udara Internasional H.A.S Hanandjoeddin. Konon disebut dengan Kelayang, karena terdapat burung Kelayang di sekitar situ. Pasir putihnya, mampu membuat saya nyaman dan ditambah dengan pemandangan lautnya, di mana airnya masih jernih sekali. Sungguh, berlama-lama di Pantai Tanjung Kelayang mampu membuat saya terhanyut dengan kedamaian yang ditawarkan.


Menikmati setiap hembusan anginnya, sambil refreshing sejenak, mampu membuat saya tersenyum. Menepi dari keramaian dan kepenatan Jakarta, macet dan polusi. Oh iya, kalau kamu menyebrang ke pulau Lengkuas, bisa menggunakan perahu nelayan dari Pantai Tanjung Kelayang.

• Pulau Lengkuas

Oooh...ini toh yang ada Mercusuarnya? Banyak diantara kita, melabelkan pulau Lengkuas dengan Mercusuarnya. Ya, ikon pulau Lengkuas ya terjulang tinggi. Kenapa dinamakan pulau lengkuas padahal Belitung bukan penghasil rempah-rempah? Saya pernah dengar ceritanya, konon seharusnya Pulau L.I Enthoven Co, namun karena orang Belitung sulit mengucap bahasa Belanda, maka menjadi Lighthouse dan menjadi Lengkuas.

Sesungguhnya, pantai putih dan air laut yang tenang, sangat cocok untuk melakukan snorkeling di sekitaran pulau Lengkuas ini. Pantai di Belitung terkenal dengan batu garnitnya, yang besar-besar. Menurut saya pribadi, pantai di sekitaran sini,  hampir sama, yakni pasir putihnya. Kamu bisa berpose dengan latar belakang Mercusuar dengan duduk di batu Granitnya.




• Pulau Kepayang

Nah, berbeda dengan pulau Lengkuas, di pulau Kepayang, khusus untuk makan siang. Bagi penyuka seafood sangat cocok, karena menu di sini berbau ikan, kepiting hingga cumi. Tenang, bumbunya sangat enak dan ikan bakarnya dijamin enak. Tapi saat makan di pulau Kepayang, minumnya sedikit asin, karena sumber mata air di sini lumayan sulit. Nah, bagi yang gathering kantor, biasanya memulai games di sini, pulau Kepayang. Seru!


Selain ke Pulau, daerah mana lagi ya bisa di eksplor saat d Belitung?

Kamu bosan dengan pantai? Eitss...tenang. Belitung juga menawarkan keindahan alam dan sejarahnya, seperti sekolah laskar pelangi, danau kaolin atau ke museum kata. Saat saya ke Belitung, saya hanya mengunjungi sekolah laskar pelangi dan danau kaolin saja. Selain itu, jangan lupa untuk mencicipi kopi khas Belitung. Saat ke kopi Kongdjie, teh tariknya enak banget.

• Sekolah Laskar Pelangi •

Bagi yang sudah pernah menonton film Laskar Pelangi, pasti sudah tidak asing dengan keberadaan sekolah laskar pelangi. Ya, bisa dikatakan sebagai sekolah perjuangan di mana anak-anak berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Oh iya, sekolah laskar pelangi yang berada di Belitong Timur,  merupakan replika dari SD Muhammadiyah Gantong, dahulu. Bangunan dibiarkan seadanya, dengan kursi dan meja yang cukup digunakan untuk belajar. Saat berkunjung ke sini, matahari menyengat sekali, apalagi ada pasir putihnya yang membuat kaki terasa panas banget, fuh.




Saat berkunjung ke replika sekolah laskar pelangi ini, saya jadi teringat dengan suara merdunya Mahar yang membuat saya kagum dengan potensi seni yang dimilikinya. Sejenak saya jadi berpikir, betapa bersyukurnya saya yang tinggal di kota, ibaratnya, fasilitas sekolah sudah lengkap. Sekolah replika laskar pelangi ini, menjadi satu dari list wisata yang wajib kamu kunjungi saat ke Belitung.

Danau Kaolin

Jarak antara dari sekolah laskar pelangi ke danau kaolin tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan waktu yang tidak lama. Danau kaolin merupakan danau yang terbentuk dari proses penggalian timah, saat di sini, kamu harus menjaga jarak dan hanya boleh berfoto dari jarak jauh. Saya yakin, latar belakang danau kaolin mampu mempercantik foto profilmu, hehehe. Langit yang biru, ditambah warna danau kaolin pun biru, jadi pas.
Danau Kaolin
• Mie Belitung

Saat sampai di bandara dan langsung dijemput oleh EO, kemudian dibawa ke Mie Belitung. Hmmm...karena lidah saya asli lidah jawa, saya sangat sulit untuk menerima masakan dari luar Jawa. Saat mencicipi rasa dari Mie Belitung, saya berasa ada yang aneh, karena susunan mie dari mie kuning, ada kuahnya dikasih toge, tahu dan emping. Dan ternyata tidak cocok dilidah saya, huft. Mungkin, bagi penyuka kulineran, sudah tidak asing lagi dengan mie khas Belitung ini. Sudah pernah mencobanya?

Mie Belitung
Saya sangat merekomendasikan Belitung sebagai tempat untuk mendamaikan hati #eh. Tempatnya nyaman, damai dan sunyi, mampu membuat kita lebih segar dalam berpikir dan menikmati suasana pantai itu sangat menyenangkan. Kapan kamu akan ke Belitung?

Noted : Saat berkunjung ke Belitung, saya menggunakan EO, jadi mengenai harga tiket masuk sudah menjadi satu kesatuan dan kebetulan ini juga gathering kantor hehe.


Salam,

@titisayuningsih


1 komentar

  1. Kapan ada ot ke Belitung lagi? Informasi ke saya dong ...
    Kami blm pernah dan mau banget ke Belitung.
    Jadi tahu lihgthouse terkenal dengan lengkuas hehehe

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Mohon untuk tidak berkomentar dengan menggunakan link hidup :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D