Pengikut

Desaku Nan Sejuk

Desa ! Apa yang kalian bayangkan jika liburan di desa? Ya menyenangkan bukan? Bagi saya ketika bulan November liburan di desa itu menyenangkan dan seru. Heeeeemm menikmati kembali udara yang sejuk, keadaan yang asri dan damai bukan berarti di Jakarta saya tidak merasakan kedamaian. Maksudnya suasana desa dan perkotaan itu ibaratnya berbanding 180 derajat.




Dimulai dari udaranya, dimana udara di desa masih bebas polusi kenapa? Karena kendaraan bermotor atau mobil tidak membludak di jalan, jumlahnya pun masih bisa dihitung, dan di desa juga masih kita jumpai pohon-pohon yang membantu mengurangi polusi udara serta menambah kesejukan udaranya. Hidup di desa itu masih mengutamakan kesederhanaan, kebahagiaan dan kebersamaan dalan saling membantu sesama itu masih berasa kentalnya. Dan menikmati hidup di desa itu membawa kedamaian tersendiri, sangat cocok bagi kalian yang ingin melepas sejenak kepenatan rutinitas yang setiap hari yang disibukan dengan kerjaan, tugas kuliah dll.


Coba lah untuk meluangkan waktu untuk berlibur ke desa. Menikmati semilir angin nan sejuk, pemandangan alam yang sangat indah dan keramahan warga desa. Saya hanya share sedikit tentang kehidupan selama di desa Wonogiri. Ada yang belum tau Wonogiri? Wonogiri itu sebuah kabupaten, ya letaknya tidak jauh dari Sukoharjo. Untuk sampe ke daerah ini memerlukan waktu sekitar 12 jam untuk jalur darat. Kelelahan akan terbayar dengan keindahan alamnya. Tapi  hidup di desa masih sangat sederhana looooooh. Dan beginilah keserdehanaan hidup di desa dan kenyataannya yang tertangkap oleh dua bola mata indah saya :


Sebagai contoh : Masyarakat desa masih memasak air, atau makanan yang lain dengan menggunakan kayu jati yang tidak terpakai lagi.



dan masih menggunakan kompor tungku yang sederhana tanpa gas, bagi saya menikmati masakan dari hasil kayu bakar ini lebih enak berasa :D


Tapi, jangan salah dulu di desa sini sudah ada kompor gas loh. Namun lebih nyaman menggunakan kayu bakar. Tak hanya keadaan dapur saja yang masih sederhana tapi  untuk kebutuhan mandi, mencuci di sini masih saja "ngerek" dalam arti menimba air dari sumur.


Tetapi kelebihan tinggal di desa ya pemandangan alam dan asrinya pohon-pohon yang ada di sekitar rumah atau kebun belakang rumah 


(keadaan di belakang rumah)

Masih ada pohon pisang,pohon kelapa bahkan pohon jati pun juga masih ada loh ^_^


Kalau di halaman depan rumah masih kosong, bisa loh ditanamin jambu mede, tanaman ini cepat tumbuhnya dan berbuahnya namun harga jualnya sangat rendah :( .

Ada yang belum tau jambu mede itu kaya apa? nih dia ! (ini yang sudah matang dan sudah dijemur untuk dikeringkan dan siap dijual).


Tapi kalau sudah diolah harga jualnya mahal sekali

Dan pastinya saat saya liburan di desa, saya melihat sawah. Yuhuuuuiiiiiiii sawah, maklum di Jakarta gak ada sawah adanya gedung bertingkat mulu hehehe.


Sawah yang indah, ditanamin padi dan terlihat bukit-bukit yang mempercantik keadaan serta pohon-pohon yang menyejukan.


Selain kita bisa menikmati keindahan alamnya yang luar biasa indahnya, ciptaan dari Sang Pencipta kita bisa merasakan murah meriah biaya hidup di desa. Coba kalian bandingkan biaya hidup di kota perbedaan itu sangat mencolok 180 derajat berbeda. Di desa semua bahan pokok dan makanan masih terjangkau dan murah. Misalnya saat saya berbelanja di pasar Manyaran,Wonogiri . Membeli pecel dengan gendar aja dua ribu udah kenyang banget, pokoknya makan di sana murah meriah dan enak-enak :D

Oh desaku...terima kasih untuk liburan yang singkat ini !

Selamat berlibur ke desa kalian masing-masing ^_^

2 komentar:

  1. Boleh nih, kapan-kapan kesini :)

    BalasHapus
  2. Terima kasih Mas Arman sudah main ke blog ku,silahkan loh mas main ke Wonogiri di sana ada tempat wisata Waduh Gajah Mungkur pemandangannya gak jauh indahnya dengan tempat wisata lainnya :)

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D