Pengikut

Janjian, Ngaret dan Kebiasaan

Sejenak saya terpikirkan untuk menulis coret-coretan saya tentang "Janjian, Ngaret dan Kebiasaan" kenapa? Siapa yang senasib sama denganku --> Ya, saya selalu jadi korban alias menunggu yang lainnya. Pernahkah anda merasakan hal seperti saya? 



Mungkin sebagian jawab ya, atau anda lah yang menjadi pelaku "janjian ngaret" itu? Coba cek ke pribadi masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan sebelum janjian, hanya mengucap atau memang tak mau dibilang pemalas jadi mereka "terucap" jam yang menurut saya masih pagi, walaupun janjian jam 10 pagi itu wajar. Di Indonesia fenomena janjian ngaret ini sudah menjadi trending topic kalau diibaratkan twitter, gak habis pikir saya kepada mereka-mereka semua yang janjiannya ngaret banget ! Kalau terlambat 30 menit atau satu jam, saya maklumin. Ini sekitar 2 jam dan wilayah mereka semua itu lebih dekat dari tempat janjian, kenapa yang datang duluan harus dari "wilayah yang jauh"? Apakah mereka menganggap remeh? Itu semua ada di mereka. 



Yang membuat saya geleng-geleng kepala "mereka" itu ngaretnya pun kompakan, entahlah skenario apa yang "mereka susun" atau hanya sebuah kebetulan saja. Jadi berfikir positif aja dulu. Bayangkan bagaimana perasaan saya, pasti kesal ketika janjian itu ternodai oleh kelakuan ngaret mereka. Saya sendiri sangat menghargai janjian dan saya mencoba untuk datang tepat waktu, bagi saya orang yang berjanji adalah orang yang mempunyai tanggung jawab besar ya sebuah kata "menepati". Tidak semua orang bisa menepati janji dengan sempurna seperti datang tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan. Ketika mereka datang ngaret kata maaf pun tidak terucap, saran saya disini "karena mereka ngaret seenggaknya ada kata maaf" terucap untuk menghargai kita yang sudah menunggu. Kejadian menunggu dalam hal janjian selalu saya alami dan saya yang selalu menunggu mereka semua. Kalau ada lomba menunggu orang janjian, saya bisa jadi pemenangnya nih hehehehe. Suatu saat saya mencoba untuk dateng ngaret pas janjian itu rasanya kaya gimana sih? Dan niat itu saya laksanakan untuk ngaret pas dateng ke suatu tempat. Eeeeeeeehhhhh..... ternyata dan ternyata mereka semua lebih ngaret dari saya...UH !

Kenapa sih di dunia ini harus ada fenomena “jam karet” yang menyebabkan manusia jadi ngaret dalam hal janjian? Dari sebuah fenomena menjadi kebiasaan karena terbiasa dan pastinya merugikan orang lain. Begitu banyak waktu terbuang sia-sia dan jenuh juga loooooh menunggu orang itu apalagi kalau gak ada kesibukan seperti lupa bawa buku bacaan. Maka dari itu saya akan share secuil tips dari saya, yuk ke tkp :D


Tips bagi kalian yang selalu jadi korban dan selalu menunggu para "janjian yang ngaret" :

1. Coba sebelum hari H, diskusikan untuk janjian jam berapa, misalnya jam sepuluh pagi. Lebih baik kita katakan kepada teman-teman kita, gimana kalau kita ketemuan fixnya jam delapan pagi kenapa? seenggaknya ada waktu dua jam buat para "ngaret" itu tidak ngaret lebih lama lagi dan tidak membuang waktu yang sia-sia dalam hal menunggu ketika janjian. Kalau diantara mereka pada gak setuju, buat sebuah permainan : misalnya kalau yang ngaretnya lebih dari 2 jam yang terlambat datang, maka yang dateng ngaret itu harus nraktir kita-kita yang sudah menunggu, ciptakan sebuah hukuman sederhana namun bisa menyadari penyakit mereka yang ngaret itu,(untuk menghilangkan rasa jera para ngaret itu), semoga permainan ini bisa berhasil diterapkan, tapi sebelumnya harus ada kesepakatan bersama dulu ya.

2. Jangan lupa bawa buku bacaan, bisa novel atau buku motivasi sehingga kita gak boring menunggu teman yang belum dateng pas janjian. Di samping untuk menemani rasa boring, buku-buku bacaan itu bisa membuat kita terlena karena keasyikan membaca. Dijamin rasa boring itu akan lenyap seketika. 


3. Siapkan juga di tas botol minuman dan cemilan makanan (ini mah namanya kelaperan) hehehe , so kalau kelaperan kan bisa ngemil tuh gak usah pake diet segala lah. Selagi masih muda nikmatin aja makanan yang ada, tapi harus memperhatikan segi kebersihan dan kesehatan juga sih.

4. Harus punya ekstra kesabaran :), nah untuk point yang keempat ini tergantung pribadi masing-masing, ada yang mempunyai kesabaran yang sangat tinggi jadi tingkat kesabarannya masih bisa terjaga dengan baik. Untuk yang mudah emosi, nah disini ujian kesabarannya hehehe.


Dan pesan saya buat kalian para janjian yang super ngaret ! Cobalah untuk menghargai waktu, menghargai orang lain, dan sadar diri ! masa penyakit kok ngaret mulu  (apa gak malu apa) di cap jadi orang ngaret mulu dan bisa juga menjadi kebiasaan yang buruk ! Dampak ngaret itu luar bisa loh? Selain “dicap” jadi orang super ngaret, bisa dikatakan itu orang tidak ada tanggung jawab dalam hal berjanji dan akan menghilangkan kepercayaan dari orang lain terhadap diri sendiri “orang ngaret”. Selain itu orang-orang yang akan janjian kepada kita pun harus mikir 2 kali untuk bertemu? Apa kalian mau ngerasain seperti itu?

Kalau masih ada sikap yang positif dan baik lainnya,kenapa harus punya sikap negatif dan jelek ini seperti ngaret dalam janjian? Berbuat baik itu mudah sekali loh, ya tepatin janjian dengan dateng tepat waktu. Simple kan? Pasti bisa dong ! 


Mungkin Fenomena janjian, ngaret dan kebiasaan ini akan terus berkembang menjadi pesat kalau para pelaku ngaret ini tidak sadar diri akan kebiasaan buruknya dan bersabarlah buat kalian yang selalu menjadi korban menunggu ketika janjian. Semoga kesabaran para pe(nunggu) mendapatkan hadiah pahala hehehe.
Kalau kalian selalu menjadi korban atau pelaku ketika berjanji sama orang lain?? 


Terima kasih sudah membaca tulisan saya yang masih sangat sederhana ini :)


3 komentar:

  1. saya sering jadi korban, kadang jadi pelaku..
    hhehehe

    BalasHapus
  2. Ya, harap maklum lah. Biasa mba, orang Melayu kalo janjian ngaret. he..he.3x.

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D