Menikmati Kelayapan di Tebing Koja, Danau Cigaru dan Solear, Tangerang

Hai...hai, siapa yang suka kelayapan di waktu luangnya? Ya, kalau kamu suka juga kelayapan, berarti kita seirama #eh. Menikmati waktu luang, banyak kegiatan yang bisa dilakukan, entah itu hanya tiduran di kamar, sambil mendengarkan radio, menonton televisi atau kelayapan ke tempat wisata. Kalau saya sih, memilih yang terakhir, yakni, kelayapan ke tempat wisata. Saya menyadari, sebagai Perempuan yang berzodiak Gemini, entah kenapa, saya diselimuti oleh rasa penasaran, ya. Dan, jawaban dari rasa penasaran, yaitu, dengan mendatangi tempat yang membuat saya penasaran.

Tebing Koja

Berhubung, saya penasaran dengan Tebing Koja dan sekitarnya, maka pada hari Sabtu, minggu kedua bulan Juli lalu, saya, Siti dan Mbak Windu memutuskan untuk explore Cisoka. Ternyata, untuk explore ke sana, memerlukan perjuangan yang tak mudah. Penasaran? Intip ceritanya melalui postingan ini, hehe.

Ada apa saja sih di Cisoka?

Kalau menurut Wikipedia, Cisoka adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Ada apa sih, sampai harus kelayapan ke sana?  Kalau menurut timeline instagram ada tempat wisata yang lagi hits dan kekinian. Cocoklah untuk generasi yang suka foto-foto, hihihi. Tebing Koja atau yang dikenal dengan Kandang Godzila, Danau Cigaru dan Solear. 

Bagaimana rute ke sana?

Ya, bagi kamu yang ingin ke Tebing Koja, Danau Cigaru dan Solear, kamu bisa memanfaatkan akses transportasi publik, yakni comutterline. Pasti pada penasaran, ya, kalau naik kereta naiknya dan turun di mana, hihi. Eitsss..tenang, saya akan berbagi infonya.

Rute kereta ke Tebing Koja :

Hal pertama, kamu harus ke Tanah Abang dulu. Pasti pada tanya, gimana rute ke Tanah Abang? Bagi yang dari Bogor atau Depok, bisa naik kereta yang langsung ke Tanah Abang. Jika, tidak ada yang rute ke sana, kamu bisa transit di Manggarai. Begitu pun, yang dari Bekasi, ada dua pilihan, bisa transit di Stasiun Jatinegara / Manggarai dan ambil rute ke Tanah Abang. Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan naik kereta jurusan Tanah Abang - Maja, lalu turun di Stasiun Tiga Raksa.

Btw, untuk jurusan Tanah Abang - Maja, keretanya ada setiap 30 menit sekali. Adanya di Jalur 6, jadi saat tiba di Tanah Abang, kamu harus menaiki tangga ke atas dan ambil yang jalur 6. Sabtu lalu, kereta ke
Tanah Abang - Maja, ada di jam 09.00-11.00, tersedia pkl. 09:15, 09:35, 10:25, 10:50 WIB.

Saat baru tiba di Stasiun Tigaraksa (Siti, Mbak Windu, Titis) 
Begini jalurnya :
Jurusan Bogor / Depok - Tanah Abang - Tiga Raksa
Jurusan Bekasi - Transit Manggarai - Tanah Abang- Tiga Raksa

Lalu, dari Stasiun Tiga Raksa ke mana lagi? 

Nah, ini kendalanya, setelah turun di stasiun Tiga Raksa, ke mana lagi? Hmm..kamu tidak perlu khawatir, jika ingin ke Tebing Koja, Danau Cigaru dan Solear, ada pilihan alternatif lho. Tak usah kaget, jika saat kamu sampai di Stasiun Tiga Raksa, pas keluar sasiun, sudah "dikepung" oleh ojek pangkalan. Yaps, saat explore Cisoka, untuk keberadaan angkutan umum sangat sulit ditemukan. Iya sih, saya akui akses ke Tebing Koja, sulit dan aksesnya masih kurang bagus untuk jalanannya.

Setelah diksusi mengenai harga ojek pangkalan dan obyek wisata yang akan di kunjungi. Ya, awalnya, kami hanya ingin ke Tebing Koja dan Danau Cigaru saja. Namun, seiring perjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk explore Tebing Koja, Danau Cigaru dan Solear. Jadi, saat kamu ingin explore dengan 3 rute yang seperti saya, lebih baik ambil dengan harga 100ribu (PP). Jangan sampai harga ojeknya melebihi segitu, ya.

Saya tidak bisa menggambarkan melewati rute mana saja untuk sampai di Tebing Koja, Danau Cigaru dan Solear, karena saya hanya duduk dan tiba-tiba sudah sampai saja, hihi. Yang saya tahu, melewati pedesaan gitu, suasananya seperti saat pulang kampung.

• Tebing Koja •

Tebing Koja atau Kandang Godzila, merupakan aset wisata bagi masyarakat Tangerang. Konon, disebut Kandang Godzila, karena bentuk batuan kapur menyerupai hewan tersebut. Rute ke sini, sangat berkelok-kelok, kalau untuk naik angkutan umum sepertinya sulit. Lebih baik naik ojek pangkalan yang sudah saya jelaskan di paragraf sebelumnya. Hmmm..sebenarnya, saya penasaran dengan tempat ini, karena timeline instagram menggoda, hihi. Di sini, kamu bisa melakukan foto-foto, baik untuk melihat sunset ataupun pra wedding. Saat saya memasuki arena dalam dari Tebing Koja ini, terbagi menjadi 3 bagian.
Tebing Koja
Konon, yang "mempunyai wilayah" di Tebing Koja ada 3 orang. Sebelum masuk ke dalam Tebing Koja, ada tiket paguyuban 3000 rupiah dan saat masuk ke lokasi, harus merogoh 5000 rupiah. Sedikit kecewa, saat datang ke Tebing Koja, ternyata, tiket masuk yang sudah dibayar sebesar 8000 (Tiket pagayuban & tiket masuk), saat ingin foto di tempat tertentu (bukit matahari) akan dikenakan biaya tambahan sebesar 5000/ spot foto tertentu.

Hmmm...berasa dikomersilkan sekali. Kalau mau sih, mending tiket terusan gitu dan saat di dalam, kita para pengunjung sudah tidak terbebani dengan tiket masuk lagi. Saya berharap, semoga selanjutnya tempat wisata Tebing Koja bisa dikelola oleh dinas pariwisatanya. Tujuannya, agar lebih terawat dan jelas arahnya.

• Danau Cisoka (Cigaru) •

Seperti sesuai dengan namanya, Danau Cigaru atau lebih dikenal dengan Danau Cisoka, terletak di kecamatan Cisoka, Tangerang. Saat saya ke sana, terlihat perubahan. Kalau kata Pak ojek yang saya tumpangi, sekarang lebih rapih, Kak, sudah ada pembatas tiang. Iya sih, saat saya lihat sudah lebih baik dari sebelumnya. Di sini, kamu bisa main sepeda tali, bebek air, perahu hingga melihat sunset.

Danau Cigaru

Tiket masuk ke Danau Cisoka ini sebesar 5000. Kalau mau ke sini, enaknya Sore hari, tidak terlalu panas. Danau buatan ini, konon terbuat dari galian pasir yang sudah dipakai lagi. Oh iya, di sini ada kolam renang yang ala-ala berjemur di pantai gitu, tiket masuknya 10ribu.

• Wisata Ziarah Solear •

Hmmm...biasanya, kalau ke Cisoka cuma ke Tebing Koja dan Danau Cigaru saja, namun kemarin sempat mengunjungi Solear. Saat kami ke sana, waktu sudah menujukkan pukul 4 Sore, dan sesuai namanya, kamu bisa berziarah di Solear. Eitsss..saat kamu ke Solear, tidak perlu takut sama Kera ya, soalnya Kera di area Solear sudah jinak kok. Btw, saya kurang nyaman saat berwisata ke Solear, baru saja sampai, para pedagang kacang sudah menghampiri saja dan tak henti-henti mereka merayu pada setiap pengunjung. Kacang bisa kamu sebar untuk makanan para Kera.

Hutan Lindung di Solear
Berhubung, saya lagi berhalangan bulanan, maka saya hanya menunggu di luar saja. Info yang saya dapatkan, di Solear ini merupakan saksi perjuangan para tokoh agama dalam menyebarkan agama Islam untuk daerah Tiga Raksa dan sekitarnya. Btw, saat ke sini, kamu akan menemukan banyak sekali Kera. Saat ke sini, tolong dijaga lisan dan hatinya, ya.



Dan pada akhirnya, pulang ke rumah adalah tujuan utama. Waktu sudah menujukkan pukul 18.00, akhirnya kembali ke Stasiun Tiga Raksa dan meneruskan perjalanan ke Jakarta. Cuaca di sana sangat panas, btw info tambahan nih, usahakan bawa uang tunai ya, karena ATM di sana sedikit, di dekat Stasiun Tiga Raksa ada minimarket dan di sana hanya ada ATM BRI (atm bersama bisa sih). Hmm..selanjutnya, akan kelayapan ke mana lagi?

17 komentar

  1. Kalau lagi beruntung kereta pas datang tapi kalau pas baru datang kereta pergi, ya apes deh nunggu tiga puluh menit

    BalasHapus
  2. Lumayan ribet jg ya perjalanannya tis, jd disana misah2 donk pas naik opang sm 2 dara itu..ikutan trip selanjutnya ahh

    BalasHapus
  3. Kelayapan kemana lagi kita ? Next pertimbangan budgetnya lbh di diskusiin lagi kali ya
    Hahahaha

    BalasHapus
  4. Gimana rasanya ke sana? Jauh banget kan hahaha. Gue 3 jam loh dulu ke ssma NAIK MOTOR.

    BalasHapus
  5. Baru tau ada tempat wisata ciamik gini di Tangerang. Itu ongkos ojeknya 100rb untuk 3 tempat itu mbak? Paket hemat yaa ceritanya hihi.

    Nice sharing mbak, salam kenal :)

    BalasHapus
  6. Lagi hits banget ini, ya. Ala ala Tebing Breksi, tapi dekat.

    BalasHapus
  7. Waaah menarik juga ya ini Tebing Koja. Mayan buat ngisi feed Instagram.

    BalasHapus
  8. saya baru tau nih ada tempat wisata seperti ini di tangerang. Padahal saya di tangerang nih tapi emang orangnya jarang jalan juga sih hehe. maksih mba Titis infonya siapa tau nanti berkesempatan kesna

    BalasHapus
  9. Koq disebut Kandang Godzilla, ya? :D

    BalasHapus
  10. Kudu jago nego harga sama abang ojeknya ya, Tis. Biar ndak over budget :D

    BalasHapus
  11. Tis, ayok main ke Bukittinggi. Lihat versi lebih menantang dari tebing Koja.

    BalasHapus
  12. aku belum pernah kesini Tis... ah kamu kelayapan terus sih...bikin aku iri. Semenjak punya buntut aku jarang kelayapan Tis...kakiku udah gatal hahahaha

    BalasHapus
  13. Ya ampun Tis, ternyata banyak ya objek wisatanya. Seneng baca tulisannya, setidaknya bisa diingat saat nanti berkunjung ke Tebing Koja.

    BalasHapus
  14. Abis itu kemana lagiii Titiiss....

    Btw,
    Tangerang masih ada yang cakep-cakep begini yaa...
    Di bayangan aku, sudah jadi gedung-gedung menjulang tinggi seperti Jakarta.

    Ini siik...indah bangeett...

    BalasHapus
  15. Kandang Godzilla. Hehe.. bisa ajah ya warga sekitar ngasih nama kaya gt.
    Iya, memang tiket terusan, lebih baik juga sih ya. Drpd harus satu-satu kaya gt. Lagian, kalau datang ke tempat wisata macam begini, pilihannya mmg satu tujuan. Jadi tiket terusan, lebih enak. Beda dg tempat wisata dengan banyak wahana

    BalasHapus
  16. Ternyata tangerang punya tempat seru-seru juga ya

    BalasHapus
  17. waaahh ada tempat kek gini ya di Tangerang... boleh buat alternatif kko week end di Tangerang nih 😊

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Mohon untuk tidak berkomentar dengan menggunakan link hidup :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D