Wisata Religi ke Masjid Ramlie Musofa, Babah Alun dan Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara

Masjid Ramlie Musofa (Sunter, dokpri) 
Wisata religi adalah wisata yang mengunjungi tempat ibadah. Seperti yang saya lakukan, wisata religi mengujungi Masjid yang berada di Jakarta Utara. Penasaran, saya mengunjungi Masjid apaan saja? Ya, menikmati wekeend dengan memanfaatkan waktu untuk wisata religi. Hmmm..wisata religi ini bisa dikatakan sebagai terapi sih, sekaligus belajar sejarah dan menerapkan rasa syukur kepada-Nya.

Entah kenapa, bagi seorang Gemini, rasa penasaran, harus segera menemukan jawabannya. Yaps, saya sudah lama penasaran dengan arsitektur Masjid Ramlie Musofa di mana hampir menyerupai Taj Mahal di India. Berangkat dari rasa penasaran, pada akhirnya membawa saya untuk wisata religi ke sana. Seharian, wisata religi di daerah Jakarta Utara, dari daerah Sunter hingga ke Tanjung Priok. Simak yuk, cerita saya dalam wisata religi ke Masjid Ramlie Musofa, Masjid Babah Alun hingga Jakarta Islamic Center.

Masjid Ramlie Musofa •

Rute ke Masjid Ramlie Musofa

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, di mana Masjid Ramlie Musofa, menyerupai bangunan Taj Mahal. Masjid Ramlie Musofa ini berada di Jln Danau Sunter Raya Selatan Blok I / 10 No. 12C. Letaknya persis dekat danau Sunter. Bagaimana rute ke Masjid Ramlie Musofa, jika menggunakan busway / transjakarta? Mudah kok.


Berhubung saya naik busway dari Tugas, maka jalur yang saya ambil adalah Tugas-Grogol, Tugas-Bunsen atau Pulogadung-Dukuh Atas 2, lalu turun di halte busway BPKP Pramuka. Kemudian jalan menyusuri jembatan busway, yang arah Sunter / Tanjung Priok. Transit di halte Utan Kayu Rawamangun, kemudian ambil jurusan PGC-Tanjung Priok, lalu turun di Sunter Kelapa Gading (depan kantor Toyota) dan disambung dengan naik ojek online.

Sejarah Masjid Ramlie Musofa 

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Masjid Ramlie Musofa ini dibangun oleh seorang mualaf keturunan Tionghoa. Nama Ramlie Musofa diambil dari nama Ra dari Ramlie Rasidin dan Lie (Lie Njok, nama istirnya), sedangkan nama Musofa diambil dari nama anaknya, yakni Mu-Muhammad (anak pertama), So-Sofian (anak kedua),  dan Fa-Fabian (anak ketiga).

Wudhu Perempuan (dokpri) 

Dibangunnya Masjid Ramlie Musofa ini, sebagai wujud cintanya terhadap Sang Pencipta. Saat pertama kali tiba di Masjid Ramlie Musofa ini, saya dibuat kagum dengan arsitektur. Cantik dan menawan untuk bangunannya. Saat ingin memasuki ke dalam Masjidnya, kamu harus berjalan menapaki tangga, dan tepat di sisi kiri dan kanan terdapat tulisan Al-fatihah. Ya, doa yang selalu kita lafalkan ketika sholat ataupun memulai kegiatan kebaikan lainnya. Yang unik dari Masjid Ramlie Musofa ini, kamu akan melihat tulisan Al-Fatihah dalam bahasa Indonesia, Arab dan Mandarin.



  • Selain menikmati keindahan arsitektur Masjid Ramlie, kamu bisa mengabadikan momen di sana dengan berfoto-foto. Dengan catatan, usahakan datang pagi, sekitar jam 9, saat belum ramai dan belum datang waktu Sholat Dzuhur. Setelah mengelilingi, kamu akan terpana dengan susunan tempat wudhu, toilet dan bagian dalam Masjidnya. Di sini, terdapat lift yang digunakan untuk keperluan khusus.





Suasana dalam Masjid sangat adem, di tambah kamu akan terpana dengan dekorasinya, dan warna putih mendominasi Masjid Ramlie Musofa. Damai dan tenang, bisa kamu gunakan untuk curhat kepada Sang Pencipta, yakni melakukan sholat Dhuha di pagi hari atau pun sholat Dzuhur di siang hari.

● Masjid Babah Alun ●

Babah Alun atau dikenal dengan nama Jusuf Hamka, yang merupakan mualaf Tionghoa. Berada di pemukiman warga, tepatnya di bawah kolong tol Wiryono Wiyoto, Masjid Babah Alun selalu ramai di kunjungi, apalagi saat memasuki Ramadan.

Masjid Babah Alun (dokpri) 

Berada di Gang 21 Warakas, Tanjung Priok, menuju ke sini, kamu bisa memanfaatkan transportasi online. Saat ke Masjid Babah Alun, sudah memasuki waktu siang. Lumayan sepi, tapi tetap khusuk dalam beribadah. Yang penasaran dengan Masjid Babah Alun, bisa intip melalui video di bawah ini :


Dengan mengusung warna merah dan hijau, menambah keragaman warna dari Masjid Babah Alun. Masjid yang mampu menampung kurang lebih dari 400 Jama'ah ini, tidak seperti pada Masjid pada umumnya, di mana memiliki kubah yang menjulang tinggi. Ya, karena keterbatasan tempat, di mana berada di kolong tol, Masjid Babah Alun ini menyesuaikan dengan kapasitas ruang yang tersedia. Yuk, yang melewati Gang 21 Warakas, bisa mampir untuk mengulik sejarahnya ataupun menjalankan ibadah sholat. 

• Masjid Jakarta Islamic Center •


Jika mendengar nama Jakarta Islamic Center, jadi teringat apa, hayoo? Masjid terbesar di sudut Utara, Jakarta ini selain digunakan untuk tempat wisata religi, juga tempat kajian agama Islam. Jika menelisik dari sejarah di masa lampau, sebelum dibangun JIC atau Jakarta Islamic Center, lahan yang digunakan, bekas tempat suram di masa lalu. Untuk mengubah pandangan masyarakat mengenai tempat yang kini menjadi tempat kajian agama Islam, maka melalui ide dari Bapak Sutiyoso, dibangunnya Masjid yang cukup mumpuni di daerah Jakarta Utara.


Saat sampai di sana, sudah memasuki waktu sholat Ashar, untuk dekorasi Masjid JIC perpaduan antara Turki dan Timur Tengah, diresmikan pada tahun 2003 lalu di mana mampu menampung Jamaah hingga kapasitas 20ribuan. Untuk momen Idul Fitri atau Idul Adha, JIC selalu menjadi tujuan utama dalam melaksanakan ibadah. Masjid Jakarta Islamic Center berada di Jl. Kramat Jaya Raya, Koja, Jakarta Utara, patokannya dengan mall Koja.

Masjid Jakarta Islamic Center

Nah, dari tiga Masjid tersebut, kamu sudah mengunjungi Masjid mana saja nih? Yuk, share ceritamu di kolom komentar ya.

Untuk dokumen dan foto adalah milik pribadi @titisayuningsih. 

Tidak ada komentar

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Mohon untuk tidak berkomentar dengan menggunakan link hidup :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D