Pengikut

Kapan Menikah??

Menikah! Setiap manusia, entah itu lelaki ataupun perempuan pasti mempunyai keinginan yang "suatu saat" dan "waktu" yang tepat untuk diwujudkan. Menikah adalah “harapan” setiap manusia, menghabiskan sisa umur dengan pasangan yang kita cintai dan sayangi. Dimana pasangan yang sudah kita “seleksi” dalam hal visi dan misinya. Mencoba menyatukan perbedaan diatas persamaan, meredakan ego yang berlebihan dimana mau menang sendiri ataupun memperbaiki “kualitas diri” demi mewujudkan pelaminan yang diidamkan dengan pasangan hidupnya. Hmmm...mungkin ada yang bertanya, kenapa kok di postingan saya membahas hal yang “serius”. Tak ada salahnya, jika kita membahas hal yang “serius” dalam fase kehidupan. Wanita dan pernikahan itu seperti sebuah magnet, dimana ada masa tarik-menarik jika sudah ada pasangan yang “serasi”, namun jika belum ada pasangan yang “serasi” maka akan bertolakan. Bagi wanita, yang sudah menemukan pasangan hidupnya, maka batinnya pun mulai tergoyahkan kapan “saya akan dilamar” dengan calon suami? Ataupun untuk wanita yang belum menemukan pasangan hidup, pasti ada pertanyaan yang menyelinap di lubuk hati “Kapan saya dipertemukan dengan jodoh (saya)”?. Dua pertanyaan tersebut adalah hal yang wajar dan sering kita dengar ketika para wanita sedang asyik berkumpul. Siapa yang tahun ini "dibanjiri" pertanyaan kapan menikah?

Selanjutnya, jika membahas mengenai menikah maka tak akan lepas dari jodoh. Nah, dalam proses menemukan jodoh, tidak semudah membalikkan telapak tangan bukan? Butuh proses dan menikmati waktu. Jika kita menelisik mengenai waktu maka kita akan ber"teman" dengan perkenalan. Perkenalan sendiri tidak selalu terukur dengan teman yang baru dikenal, namun perkenalan itu juga tak terbatas dengan teman yang sudah dikenal saja. Maksud pernyataan saya adalah pasti dalam sebuah pertemanan, sebelumnya kita sudah melakukan proses perkenalan dengan teman, baik yang sudah dikenal. "Proses perkenalan" ini akan semakin intens prosesnya jika wanita dan pria ini saling menemukan kecocokan dan merasakan ada sebuah "rasa". Rasa dimana menemukan kenyamanan, merasa nyambung untuk ngobrol. Atau perkenalan dengan orang yang belum dikenalnya, nah dalam tahap ini seseorang harus benar-benar selektif soalnya kan belum dikenal sebelumnya, kecuali kalau memang sudah mengenal duluan, entah itu teman sekolah, kerja ataupun kuliahnya. Untuk proses perkenalan ini, pasti kita akan merasakan pasang surut, adakalanya kita merindukan masa-masa kebersamaan. Saat merindukan masa-masa kebersamaan biasanya untuk (mereka) yang sudah terlewati kebersamaan. Dan ada juga orang yang tidak "nyaman"ketika proses perkenalan. Mungkin karena, memang tidak memiliki "rasa" yang sama. Terlepas dari proses perkenalan tersebut, semuanya kembali ke diri kita sendiri. Jika memang tidak mempunyai rasa yang sama (tidak saling mencintai atau menyanyangi) lebih baik jika kita memang jujur di awal. Daripada ditengah-tengah justru saling menyakitkan atau bersandiwara? Kembali lagi ke topik, kapan menikah? Siapa yang saat-saat ini sering mendapat pertanyaan seperti itu? hayooooo. Meski untuk saat ini saya berusia 20-an, tapi sudah banyak teman saya yang memutuskan untuk menikah muda. Kalau kalian mau menikah usia berapa? *eh



Menikah adalah harapan setiap manusia, dengan menikah kehidupan akan lebih terarah tujuannya. Wanita dan lelaki adalah ciptaanNya yang dimana diciptakan untuk saling melengkapi kekurangan satu sama lain hingga menyatukan perbedaan dengan persamaan yang ada tanpa harus saling menyakiti satu sama lainnya. Namun yang menjadi permasalahan yang hampir melanda setiap orang adalah "Sudahkah bertemu dengan jodohnya"? Nah, untuk mengenai hal "jodoh" sepertinya, tidak bisa dipaksa ya kedatangannya. Jodoh itu seperti rezeki, kita sebagai manusia tetap berusaha terus, jangan pernah lelah untuk berjuang dan berdoa serta mempasrahkan semuanya kepadaNya adalah kuncinya. Mempasrahkan semuanya kepadaNya disini adalah bukan tanpa usaha ya, mempasrahkan disini ketika kita sebagai manusia sudah berusaha dan Tuhan-lah yang akhirnya yang menentukanNya. Ya, rezeki dan jodoh sepeti paketan yang dicari oleh setiap manusia. Dimana paketan yang akan membawa kehidupan berumah tangga, seperti ini ibaratnya > jika rezeki sudah cukup untuk melangsungkan pernikahan dan jodohnya pun sudah ada, maka tidak ada alasan untuk menunda menikah. Maka, segeralah bagi kalian yang sudah menemukan jodohnya dan dicukupkan rezekinya untuk menikah. Namun untuk yang belum menemukan jodohnya, teruslah perbaiki kualitas diri, jangan pernah untuk lelah mencari yang terbaik. Karena jodohmu adalah pasangan hidup dan matimu, semoga bagi kita yang belum menemukan jodohnya segera dipertemukan olehNya aamiin.


Intinya, jangan pernah takut untuk jatuh cinta dengan lawan jenis dan tetap membuka hati untuk lawan jenis. Karena kita tidak tahu hati ini akan berlabuh kemana, semoga pilihan terakhir kita tepat aamiin. Percayalah, Tuhan akan memberikan pasangan hidup untuk kita, karena manusia diciptakan berpasangan antara wanita dan lelaki.


Tetap semangat untuk menjalani hidup ini, berusaha, mewujudkan mimpi dan tetap membuka hati ya :)




Siapapun jodoh kalian semoga Tuhan dan orang tua merestuinya aamiin.





34 komentar:

  1. Sudah kebaaaal yang namanya pertanyaan "Kapan nikah ?" :)))

    BalasHapus
  2. jadi, kapan nikaaahh?
    *kabuuuuuuur* ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti ketika sudah dipertemukan dengan jodohnya hehehe

      Hapus
  3. Hahaha tetap pada tujuan pertama, Karir baru pasangan

    BalasHapus
  4. semoga mbak titis cepat menikah dengan orang yang tepat. hehe

    BalasHapus
  5. kalo sudah tiba waktunya pasti dipertemukan dan dimudahkan, Mbak :)

    BalasHapus
  6. saya sudah menikah,
    semoga yang belum, pada saat yang tepat dan dengan orang yang tepat, segera menyusul :)

    BalasHapus
  7. mudah2 cpet ketemu sama jodohnya mbak .... aamiin .... :)

    BalasHapus
  8. untung gw udah melewati fase ini, buat yang belom jangan ragu2 deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, gak ragu kalau sudah ada jodohnya deh!

      Hapus
  9. Benar, Mbak. Jodoh itu seperti rezeki: kadang susah, kadang gampang. Tapi kita harus tetap berusaha untuk mendapatkannya.

    BalasHapus
  10. Jika sudah lahir batin sebaiknya segera menikah guna menghindari fitnah dan agar hidup lebih lengkap
    terima kasih artikelnya yang inspiratif
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak Dhe, nanti kalau sudah dipertemukan dengan jodohnya :)

      Hapus
  11. Semoga dimudahkan mbak titis

    BalasHapus
  12. Super sekali Andaaa. . . :D
    Kapan ayo, Tis. Kan udah ketemu oasangannya to? :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu ya mbak undangannya, semoga bisa secepatnya hihihi

      Hapus
  13. semangat...
    hmm...wanita2 baik2 untuk laki2 yang baik...jadi pengen jadi laki2 yang baik dulu, baru menikah, hehe...

    BalasHapus
  14. wah saya udah lama buka hati dari dulu tapi blm ada yang mau masuk gimana donk.. haha... kapan yaaa...

    BalasHapus
  15. pertanyaan nancep banget

    aku memantaskan diri dulu aja deh. berharap dapat jodoh yang pantas untukku

    BalasHapus
  16. insyaAllah, jodoh akan dimudahkan oleh Allah ya mbak *aamiiiiin*

    BalasHapus
  17. sy nikah saat usia 26 thn,dulu harapan'y sih 21 udh nikah,tpi ya itu lah manusia hya berusaha dan berdoa,Allah jualah yg menentukan.yg blm nikah smg cpt ke pelaminan yaaa.... :)

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D