Pengikut

Mereka Masih Peduli

Ya, untuk postingan kali ini saya menceritakan dengan tema "Mereka Masih Peduli". Kebetulan, beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan teman SMA, teman kelas satu. Berawal dari obrolan singkat melalui media WhatsApp menuju ke suatu tempat yang asyik untuk sekedar ngobrol, ya tempat donat itu dengan ditemani dengan fasilitas internet gratismya hehehe.




Sudah menjadi hal biasa, apalagi orang Jakarta ngobrol di tempat seperti itu. Awal-awal sih kita ngobrol santai, bercerita tentang masa-masa kuliah hingga masa-masa perjuangan yaitu tugas akhir eh menyerempet ke masa-masa SMA. Begitulah kiranya ketika sudah bertemu dengan teman, apalagi teman lama yang sudah tidak bertemu sekitar 2 tahunan, ibaratnya tumpukan cerita itu sudah siap dibagi. Ketika kita menceritakan suatu peristiwa eh tanpa tersadari, pasti akan menceritakan peristiwa yang lainnya. Iya kan?. Dan ngobrol singkat hanya berlangsung sekitar 3 jam itu saya mendapat berbagai kritikan dari mereka semua. Ya, mereka semua memberikan sebuah nasehat mengenai penampilan bagi seorang perempuan. Iya sih, selama ini saya memang terlihat tomboy soalnya disaat usia saya sudah menginjak kepala duapuluhan, saya masih nyaman kemana-mana menggunakan kaos dan tas selempangan kaya anak smp hahaha. Sebenarnya, bukan tidak memperhatikan penampilan tapi saya memang nyaman seperti ini. Tapi, saya juga menempatkan diri juga dalam berpakaian misalnya saat kondangan ketika teman menikah maka saya wajib memakai dress biar terlihat feminin hehehe.



Dan semenjak peristiwa itu saya mulai belajar tampil di depan umum khususnya mengenai penampilan. Ya, penampilan yang lebih feminin dan mengurangi sifat tomboy saya saat berpenampilan. Apakah saya hanya mendapat kritikan mengenai penampilan? Tidak ! Mereka pun juga memberika pujian dan kritikan yang lainnya. Saya tidak merasa kecewa atau kesal karena mereka telah mengkritik, justru saya mengucapkan terima kasih sama mereka, karena melalui mereka lah saya bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi. Seperti mendapat arahan sebelum memutuskan melaksanakannya. Ternyata mereka masih peduli loh, saran , kritik hingga pujian mereka akan menjadi kunci untuk terus memperbaiki diri  ini yang masih jauh dari kekurangan.  Kritikan itu anggap aja sebagai penyemangat. Kritikan itu membangun bukan melemahkan. Jadilah diri ini yang bisa nerima kritikan saran dan pujian dari orang lain sebagai proses pendewasaan hehe.


Kalau kalian pernah kah, dikritik, dipuji oleh orang lain? Mari bercerita di komentar ^^


2 komentar:

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D