Pengikut

Galau Tentang Jodoh? Yuk, Membuka Hatimu dan Berdoalah!

 
Hmmm...sepertinya saya 'kangen' untuk 'curhat' di blog. Boleh dong ya, pada postingan ini sedikit serius hihihi. Siapa yang tahun 2016 ini full kondangan? Unjuk tangannya hahahaha. Kenapa sama kondangan, ada yang baper alias bawa perasaan? *eh kabuuuuur. Sebagai manusia sangat wajar jika memiliki "kecemasan maupun ketakutan" kapan akan menikah dan siapa jodohnya? Namun alangkah baiknya jika kecemasan dan ketakutan saat "menunggu" jodoh terbaik diimbangi dengan kegiatan yang bermanfaat. Saya, sebagai wanita sangat terasa banget jika sudah saatnya pikiran mengarah kesana (read: rumah tangga). Duh, entah kenapa jadi sok serius banget nih postingan hahaha. Hmmm...sebagai sederhananya, apa lagi yang ditunggu jika mimpi di dunia pendidikan sudah mampu diwujudkan hingga sudah bisa hidup mandiri kalau bukan mengarah ke kehidupan yang lebih bermanfaat lagi yaitu untuk mengikuti sunah rasul mengenai pernikahan. Awalnya, saya "santai" saja ketika mendapatkan undangan pernikahan entah itu dari teman masa kecil hingga masa dewasa. Namun tahun ini saya kok merasa "sensitif" ya ketika mendapat undangan pernikahan. Hmm..banyak yang bilang gak capek tis kondangan mulu? Wakakak. Lah, namanya juga diundang harus datang hehe. Kenapa saya merasakan "sensitif"? Karena waktu saya menghadiri pernikahan teman A, B atau lain-lainnya, pertanyaan yang sangat "keramat" itu muncul, kapan nyusul? Duuuuuh, rasanya...pengen lari secepatnya hahaha.

Adakah sahabat blogger yang belum menikah merasakannya? Selamat bagi kalian yang sudah menemukan "jodoh" dan menikmati kehidupan rumah tangga. Saya, sebagai wanita sangat sadar sekali jika menikah itu "wajib" bagi mereka yang sudah menemukan jodohnya. Namun, salahkah jika kami para "pencari jodoh" juga memimpikan hal yang sama? Apalagi wanita, sangat "rentan" ketika usia sudah menyapa dan karena wanita juga akan mengalami proses kehamilan nantinya. Dimana sangat dianjurkan untuk menikah di usia yang "pas". Ketika kamu bertemu atau ngobrol sama teman-temanmu, pembahasan yang akan dibahas bukan mengenai eh si A suka tuh sama lw atau gimana kerjaan, tapi lebih kearah kapan kita menikah ya? Hahaha. Ayooo...para wanita pada jujur? He he.


Dan beberapa waktu lalu, saya sempat merasakan cerita teman saya, dimana dia "mempertanyakan" mengenai jodoh dan menikah. Hmmm...sebagai teman hal pertama yang saya lakukan adalah mendengarkan curhatannya. Setelah saya mendengarkan curhatan yang panjang lebar, entah kenapa saya juga terbawa suasana juga *eh. Karena selama ini saya tidak mempunyai target khusus kapan akan menikah dan dengan siapanya, saya sangat menikmati hidup saya. Biarkan seperti air yang mengalir namun tetap memiliki "goals" untuk setiap harapan yang ingin diwujudkan. Pertanyaan teman saya yang mempertanyakan, kapan ya tis, gue nikah? Tidak bisa saya jawab dan saya hanya bilang jangan putus berdoa dan tetap membuka hati untuk siapa pun calon suami nantinya dan nasehat itu juga berlaku untuk diri saya hihihi.


Apalagi, sebagai kaum yang terlahir di generasi 90an dapat dipastikan menjelang usia ke - 25 (tahun ini) sangat wajar jika mulai resah hati hahahaha. Yuk, teman-temanku tetap optimis ya untuk harapannya entah untuk jodoh sekalipun. Mungkin masa sekarang bukan mengenai tergoda untuk menikah cepat namun lebih kearah berjuang untuk mendapatkan jodoh yang terbaikNya. Jodoh terbaik? Iya, jodoh yang akan diberikan olehNya sesuai dengan yang kamu minta dan utarakan setiap doa-doamu sehabis sholat. Karena di dalam alquran, Tuhan sudah menciptakan manusia secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan, jadi hapus keraguanmu ya. Sebagai seorang hamba, kita wajib "memantaskan" diri dulu sambil menunggunya.


Sabar....jika tahun ini kamu banyak kondangan ke temanmu yang sudah melangsungkan pernikahan, siapa tahu kita tahun depan menyusulnya? Aamiin. Dinikmati aja untuk prosesnya meski keinginan menikah sangat kuat, toh kalau belum ada "restu" dari Tuhan gak akan terlaksana juga kan? Yuk, beribadah lebih "intens" lagi sama Tuhan, insyaAllah DIA selalu setia mendengar curahan hati hambanya yang belum menemukan jodoh hehehe




Duuuuuh, efek cerita dari teman saya jadinya terbawa suasana juga buat "curcol" Hahaha. Jarang sekali saya curhat disini.
Selamat bagi yang sudah menemukan jodohnya, bagi yang belum tetap semangat!


Mungkin untuk postingan selanjutnya bakalan ngebahas tentang jodoh versi saya. Percayakan jodoh terbaikmu kepada Sang Pencipta, restu orang tua dan kekuatan doamu. Karena yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa dan membuka hati. Yuk, move on! Doa-doa adalah harapan manusia kepada Tuhannya. Cara terbaik menunggu jodoh adalah "memantaskan diri", karena jodoh adalah cerminan diri kita loh. Yuk, belajar memantaskan diri sambil "melirik" juga ya *eh



Sekalinya ngeblog curhat hahahaha. Semoga bermanfaat!

43 komentar:

  1. Hmmm, tapi pernah nggak mbak dirimu selain dihantui keinginan untuk menikah (halah!) juga dihantui oleh perasaan khawatir semisal, "nanti bisa nggak ya aku jadi istri yg baik?", "... ibu yang baik?", "... menantu yang baik?", "gimana klo nanti suamiku ...", "gimana klo nanti anakku ...", dst?

    Kadang kala yang seperti itu kan bikin perempuan yg kepingin nikah jadi mikir "ah, ntar dulu deh". Soalnya, perempuan (menurutku) kan lebih perasa. Klo pria dengan pikiran yang seperti itu sih prinsipnya, "dipikir sambil jalan saja lah!". :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti juga bisa dipikirkan setelah menikah itu mah, jalanin aja lah

      Hapus
  2. Huwaaa, neng Titis. Satu hal yang pernah diriku rasakan dan alami juga, pastinya kegalauan terjaut usia, kegalauan mencari pasangan hidup. Tapi, ini sesuatu yang wajar sih buatku, karena manusia memiliki grafik kehidupan yang naik turun. Bisa jadi saat ini neng Titis galau karena butuh perenungan dalam hidup, bagus itu. Tapi, jangan sampai berlarut2 mengikuti rasa lelah, karena kelelahan dalam hidup itu jika kita sabar menjalani, maka akan menghapus dosa

    *lah ini kenapa malah kultum*
    Intinya, semangat yaa neng *kirim cipok*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ipeh, thanks yaaaa! Semangat yeeeaaah !

      Hapus
  3. Jodoh itu rahasia allah. Saya aja yang dah tunangan, dah nyiapin baju seragam keluarga besar, intap-intip souvenir bisa gagal gak jadi nikah kok beberapa bulan sebelum hari H. Malah jodoh saya sekarang kenal di dunia maya. Baru ketemu sekali dan dua minggu kemudian nembak saya jadi istrinya. Dua bulan kemudian kami menikah. Sekarang kami tahun ke 11 pernikahan. Karena unik , kami pernah diundang jadi bintang tamu Kick Andy 3,5 tahun lalu. Jodoh memang rahasiaNya. Tetap semangaat Mbakk....

    BalasHapus
  4. setuju mbak..harus selalu percaya bahwa Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik utk kita. yg harus lkita lakukan hanyalah berdoa dan terus memantaskan diri

    BalasHapus
  5. Jadoh pasti dateng di saat yang tepat Mak. Sekarang dinikmati dulu aja Mak masa-masa single nya. Nggak akan terulang seumur hidup soalnya :')

    BalasHapus
  6. Allah pasti sedang menyiapkan jodoh terbaik untukmu Titis :)

    BalasHapus
  7. jodoh pasti datang dan bertemu di pelaminan juga..
    kalo gak jadi teman bersanding..ya..jadi tamu..doang..he2

    BalasHapus
  8. Akan datang di saat yang tepat. Terus berjuang ya Mba Titis, semangat!

    BalasHapus
  9. Jodoh pasti datang di waktu yang tepat. Dan pastinya akan diberikan orang yang paling tepat untuk kita. Bukan yang paling sempurna y..tapi memang yang terbaik untuk kita.
    Mba Titis, baru 25 tahun ya? Di usia itu, saya juga belum nikah mbak! Nikmati saja dulu, karena waktu gak akan pernah terulang. Kalo udah nikah gak akan bisa sebebas waktu masih single, loh!
    Semangaat mbak..pasti ada waktunya. Kencengin doa selain ikhtiar ya..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Iya mbak berdoa selalu saya :) Semangat!

      Hapus
  10. Semoga yang masih galau cepat diberi kebahagiaan dalam hidupnya. toh hidup gak memulu tentang jodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang, tapi galau jodoh itu sebagai "intropeksi diri" juga :)

      Hapus
  11. Semoga dimudahkan menemukan belahan jiwa.. :)

    sebelum nikah kudu menikmati masa jomblo, bakalan kangen nanti kalo sdh punya keluarga

    BalasHapus
  12. Semoga urusan jodoh kita dimudahkan ya mbak, hihi. jadi baper ah baca postingan ini :3 *jomblo terakreditasi a ekekekek

    BalasHapus
  13. Jodoh itu kaya rejeki yang lain, gak usah dicari dia akan menghampiri kalau memang kita dirasa sudah waktunya butuh jodoh. Tapi kalau kita dinilai belum butuh, mau jumpalitan kaya apa nyari jodoh ya tetap gak bakal ketemu.

    Saya dulu target nikah paling cepat 30 tahun pas sudah mapan punya ini-itu. Ternyata umur 27 tahun masih belum punya apa-apa, bahkan penghasilan rutin, tapi nikah juga. Umur 30 tahun anaknya sudah dua. Alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah, tetap optimis ya kuncinya ^^

      Hapus
  14. Aku lelah ngurusin jodoh, biarkan semua nya berjalan apa ada nya #NasibJombloKebanyakanMilih

    BalasHapus
  15. kalimat yang ada di baris kedua-ketiga di paragraf kedua yang bunyinya "Saya, sebagai wanita sangat sadar sekali jika menikah itu "wajib" bagi mereka yang sudah menemukan jodohnya" typo kah Mbak?? soalnya saya kurang paham maksudnya.. menikah itu wajib bagi mereka yang sudah menemukan jodohnya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong Mbak "wajib" menikah jika sudah menemukan jodonya, kalau gak menikah tunggu apa lagi :)

      Hapus
  16. Insya Allah jodoh pasti bertemu, aahh baca ini jadi pengen kasih tips tentang jodoh neh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asikkk Mbak Lis, aamiin Mbak bantu DOA ya

      Hapus
  17. saya galau dulu selama dua tahun sebelum menikah, saya punya tips khusus sih dan lahamdulillah berhasil bukan buat sy aja tapi buat yg lain, tahun 2015, saya mantu bnayak bgt, adik2 pada nikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, apaan tuh Mbak tipsnya share dong hehe

      Hapus
  18. akuuu belum ketemu jodohnya :') tapi nggak patah semangat, tetap berdoa dan semangat untuk terus memperbaiki diri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hup...hup tetap semangat Mbak Sar ^^

      Hapus
  19. Setuju Mbak dengan kalimat penutup, bahwa intinya jodoh kita itu ya sebetulnya cerminan diri kita. mirip-mirip lah, tapi juga ntar saling melengkapi. Memang galau sih kalau banyak yang nanya kayak gituh, pertanyaannya ga ada habisnya. pas kuliah ditanya kapan lulus, pas dah lulus ditanya kapan dapat kerja, pas dah dapat kerja kapan nikah, pas dah nikah ganti lagi pertanyaannya kapan punya momongan...duuuh, lelah hayati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe...namanya juga hidup ya Mbak :)

      Hapus
  20. Jodoh pasti bertemu, sekarang single itu bukan masalah

    BalasHapus
  21. dulu pas umur udah mendekati 30, temenku yg belum menikah udh pada galau... banyak curhat ke aku juga, tapi aku cuma bisa bilang, ya Tuhan belum kasih jodoh yang pas.. tapi skr sih, umur udh lewat dari 30, kita udh ga mikir gitu lagi mbak :).. skr dibiarin aja mengalirlah.. temen2 yg blm nikah udh mikirnya beda... gimana bisa nyenengin diri sendiri aja.. Kita liat sisi positif dari ga nikah deh... bisa nabung lbh banyak, bisa traveling lebih sering, bisa lebih bebas ngelakuin apapun..aku aja yg udh nikah sbnrnya kangen masa2 begitu ;)

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D