Pengikut

Proses yang Lama Untuk Hasil yang Bahagia

Halooo bulan Agustus ! Bulan Agustus ini adalah bulan yang spesial untuk umat Islam di seluruh dunia, kenapa? karena pada bulan Agustus ini, tepat tanggal 8 Agustus, kami yang berada di Indonesia merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh kami diwajibkan untuk berpuasa menahan haus, lapar, hawa nafsu serta emosi dan melatih keimanan, ketakwaan kita sebagai hambaNYA, tidak lupa juga untuk berbagi sesama juga. 

Hmm..kenapa saya mengambil judul postingan tersebut? karena saya ingin share saja, sebelum kita menikmati hasil yang bahagia , kita harus melewati proses yang lama dan kadang berliku juga jalannya, setuju? pasti setuju dong hehehe. Oke, sebagai contohnya saya akan share secuil peristiwa nyata. Hidup itu kadang tidak berjalan dengan mulus kan ya? kadang juga kita harus melewati jalan yang berliku dan penuh perjuangan untuk menggapai hasil yang bahagia, misalnya pada peristiwa WISUDA. Wisuda adalah moment yang ditunggu oleh Mahasiswa-Mahasiswi tingkat akhir yang sudah sangat penat mengerjakan tugas akhirnya entah itu mengerjakan alat, laporan atau penelitian yang menunggu hasil dimana bisa membuat bibir ini tersenyum bahagia yaitu wisuda. Sebelum memasuki tahapan terakhir wisuda, para mahasiwa-mahasiswi diwajibkan mengikuti perkuliahan hingga tingkat akhir (selesai) seperti perkuliahan sehari-hari kuis, UTS dan UAS, lalu diwajibkan juga mengikuti persyaratannya misalnya mengikuti sidang OJT / PKL dan sidang TA.


Kadang di tengah perjalanan / perkuliahan kita sering di hinggapi rasa ketidaknyamanan berupa tidak mendapatkan feel lagi di jurusan tersebut atau tidak kuat dengan materi yang diajarkan bahkan sampe ada yang mengundurkan diri atau DO, maka beruntunglah bagi kalian yang masih bisa survive sampe akhir. Saat-saat mengerjakan tugas akhir itu tidak semudah membalikan telapak tangan banyak halangan dan rintangan yang harus dilalui, dari susahnya menemukan judul tugas akhir hingga susahnya mencari parter (teman) hingga  mencari pembimbing. Itu semua beberapa kerikil di awal tugas akhir, ketika sudah mencapai garis tengah / pertengahan pasti ada aja halangannya, ketika teman kita yang egois atau alatnya menemukan problem hingga mencari dosen pembimbing yang tidak pernah kelihatan di kampus semakin menambah jalan berliku yang harus dilewati, bahkan sampe menuju garis finish pun sering dtemukan beberapa halangan juga misalnya ketika semua sudah siap dan kita harus menyiapkan "mental" sebelum sidang TA dilaksanakan, kenapa harus menyiapkan mental? karena mental yang akan membawa kita kepada kelulusan selain berdoa dan berusaha, kalau mental kita sebelum sidang TA sudah drop maka tanpa disadari itu akan mempengaruhi kita untuk menjawab pertanyaan dari dosen-dosen penguji. Dan setelah melewati berbagi proses yang lama dan menyita waktu hingga emosi, akhirnya memperoleh juga kata lulus dan moment wisuda yang ditunggu sudah di depan mata.


Untuk contoh peristiwa kedua misalnya, ketika sebulan yang lalu kita diwajibkan untuk berpuasa, kenapa sih kita diwajibkan untuk berpuasa? selain untuk menunaikan perintahNYA, itu juga sebagai proses untuk menjadikan kita menjadi manusia yang kembali ke fitrah yaitu kesucian, ibaratnya kita dilahirkan kembali ke dunia ini. Oleh karena itu, kita diwajibkan untuk sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Selain mewajibkan menjalankan ibadah puasa, kita juga di sunahkan untuk mengikuti shalat berjamaah dan teraweh di masjid, karena shalat teraweh di masjid hanya terjadi dalam sebulan dan setahun sekali spesial di bulan suci Ramadhan ini maka jangan disia-siakan dengan kesibukan dunia saja. 


Dan setelah kita berhasil melewati minggu pertama hingga minggu terakhir di bulan Ramadhan, maka akan tiba waktunya kita diwajibkan juga mensucikan diri dengan berzakat fitrah dan berzakat mal juga (jika ada rezeki berlebih). Oh ya, sebelum kita menuju ke tahap itu kita harus melewati tahapan menahan haus dan lapar, ketika siang hari di mana cuaca yang sangat terik maka kita akan digoda apakah kita masih konsisten dengan niat kita tidak? jika kita tidak punya iman yang kuat, mungkin kita akan minum di siang hari, Pada saat kita menahan rasa haus dan lapar kita juga diajarkan bagaimana saudara-saudara kita yang di luar sana ketika sedang kelaparan mereka tidak mempunyai uang untuk membeli makanan dan di bulan suci Ramadhan ini kita juga merasakan yang mereka rasakan . Selain itu kita harus menahan rasa amarah, emosi bagaimana tidak? bayangkan saja di Jakarta bahkan setiap pagi dan sore suasananya begitu rame tidak menutup kemungkinan kemacetan akan menghampiri setiap hari, maka hikmah dari kita berpuasa selain  menahan haus, lapar kita juga harus bisa mengendalikan rasa amarah dan emosi. mungkin lebih tepatnya  lebih bersabar  lagi dan jangan lupa juga untuk saling berbagi dengan sesama.


Dan jika kalian sudah mampu melewati beberapa rintangan yang hampir saja menggoyahkan keimanan kalian, maka kalian berhak merayakan hari kemenangan yaitu IDUL FITRI, kembali ke Fitrah. Dan moment Idul Fitri itu seperti emas yang mahal harganya, dan untuk mendapatkannya penuh perjuangan. Pada moment Idul Fitri, kita semua umat Islam seperti terlahir kembali ke dunia, dan moment yang sangat ditunggu untuk dimanfaatkan dalam menjalin tali silahturahmi kembali dengan teman, keluarga dan tetangga. Semoga tahun berikutnya kita semua masih bisa bertemu dengan moment yang suci ini, moment yang penuh keberkahan yaitu bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri hingga Idul Adha...aamiin.


Jadi dari dua contoh peristiwa itu telah mengajarkan kepada kita tentang proses yang lama untuk hasil yang bahagia. Semoga kita selalu bersabar dalam menikmati proses yang lama, dan semoga proses yang lama itu menghasilkan hasil yang bahagia nantinya :)


-Mohon maaf lahir dan batin semuanya-


6 komentar:

  1. Semacam 'semua pasti indah pada waktunya ya?' hihi
    minal aidzin wal faidzin, titis :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mungkin bisa diibaratkan seperti itu, sama " Mbak Anggi :D

      Hapus
  2. Bedanya wisuda bisa molor dan Idul Fitri nggak. Ahaha...

    Anyway, selamat Idul Fitri... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul mbak hehehe, iya terima kasih :)

      Hapus
  3. hikmah Berpuasa akan sangat indah terasa jika kita sabar menjalankannya.
    Nice post..
    Salam kenal mbak,
    Singgah ya http://susanto-edogawa.blogspot.com/
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, salam kenal kembali mas :)

      Hapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D