Pengikut

Merindukan Tontonan Televisi yang Mendidik

        Hei kamu ! Ya, kamu yang sedang blogwalking ke blog ini, untuk hari ini saya akan sharing tentang televisi bukan tentang stasiun televisi namun lebih ke arah program televisi tersebut. Jujur saja ya, untuk saat ini saya kurang sreg dengan program televisi yang sedang menjamur di Indonesia. Mungkin lebih tepatnya saya kurang respect dengan acara televisi sekarang, dan hanya beberapa stasiun televisi saja yang menjadi "pilihan" dalam mencari informasi yang sedang saya cari, intinya saya lebih menyukai tontonan televisi yang mendidik. Di Indonesia sendiri tidak semua televisi "murni" dalam hal penayangan yang disajikan oleh televisi berisi hal-hal yang bermanfaat, kadang ada juga yang hanya menampilkan sebuah tontonan karena rating.


        Melalui media blogger ini saya ingin sharing kepada kalian semua, apakah kalian merasakan hal yang saya rasakan kalau tontonan televisi sekarang lebih ke arah "pasar" yang lagi ngetrend saja. Saya sekarang dilanda merindukan tontonan televisi yang mendidik, bukan tontonan televisi yang setiap hari hampir dari pagi, siang atau malam ada sinetron / ftv, bukan program televisi yang menyajikan musik dimana musisi harus lip sync setiap tampil di situ, bukan program televisi yang lebih banyak iklannya daripada program televisi itu sendiri bahkan iklannya seperti iklan partai atau pencalonan dirinya sebagai Calon Presiden, bukan juga program yang menghadirkan narasumber eh malah presenter dan narasumber saling berdebat atau sesama narasumber saling berargumen yang tak kunjung selesai, alhasil kita yang nonton jadi males juga ya. Kalau menurut pandangan pribadi saya, masyarakat Indonesia sudah pada pintar dalam hal "memilih program" televisi yang hendak di tonton, namun tanpa dipungkiri juga ada juga yang sudah ngefans banget sama sih A sampe nonton tuh sinetron yang tak kunjung kelarnya. Di Indonesia sendiri berbagai program televisi ditawarkan tujuannya agar masyarakat menonton program televisi, dari program acara musik, reality show, komedi, sinetron / ftv, berita (nasional dan mancanegara), ada juga acara yang mengulas tentang kebudayaan dan tempat wisata di Indonesia secara khusus. 


      Kalau saya sih, lebih menyukai tontonan televisi seperti Si Doel Anak Sekolahan tuh. Si Doel Anak Sekolahan, kisahnya inspiratif sekali dan berdasarkan kisah nyata meski dikemas dari bentuk sinetron yang ber-episode namun saya sangat menyukai program acara ini. Sampe diulang beberapa kali pun Si Doel Anak Sekolahan ini masih saja banyak peminatnya dan di tonton, misalnya seperti saya, saya adalah penonton setia Si Doel Anak Sekolahan ini kalau waktunya pas saya pasti nonton namun sangat disayangkan sinetron ini ditayangkan pada siang hari, coba andai ditayangkan di malam hari pasti rating Si Doel Anak Sekolahan ini dijamin makin merangkak naik hehehe. Ada satu lagi sinetron zaman dulu yang sangat saya sukai yaitu Keluarga CEMARA, ada Emak, Euis, Ara, Abah sama siapa lagi ya lupa hehehe. Keluarga Cemara, program televisi yang mendidik kalau menurut saya selain Si Doel Anak Sekolahan. Kalau dalam hal musik, saya tidak ada patokan lagi soalnya band kesukaan saya jarang diundang sih, eh bukan faktor itu juga sih namun saya kurang sreg aja kalau ada musisi yang menyanyikan lip sync. Tapi untuk saat-saat ini saya lebih menyukai program televisi yang lebih mengeksplorasi keindahan dan kebudayaan Indonesia, apalagi jika melihat tempat wisata, pantai atau daerah yang belum tersentuh secara langsung namun tidak ada salahnya juga menyaksikan keindahan Negriku melalui layar televisi terlebih dahulu hehehe. 


      Dan saya juga sangat menyukai program acara televisi yang mengelupas tentang cara menjadi wirausaha, cara memanfaatkan barang bekas atau program televisi yang mengelupas tentang seluk beluk seseorang yang berhasil melewatkan masa-masa tersulit sebelum menjadi orang sukses bahkan keberadaanya bermanfaat untuk orang lain, ini hal yang terpenting sih setidaknya hidup itu tidak untuk diri sendiri saja. Jika hidup untuk diri sendiri, berarti kamu termasuk orang egois dong? Ya, program televisi itu seharusnya dan sepatutnya program televisi yang bermanfaat bagi yang nonton bukan menampilkan segi kehidupan kemewahan saja tapi bisa menghidupkan lagi tentang sikap "saling tolong menolong" antar sesama, saling bermanfaat untuk orang lain dan menghargai hingga menjaga keindahan alam Indonesia supaya tidak direbut oleh pihak asing. Kalau untuk program televisi mengenai berita, itu saya pilah pilih dulu, soalnya rata-rata menginformasikan tentang koruptor para pejabat, saya lebih menyukai berita tentang pemilihan kepala daerah jadi bisa mengetahui  visi misinya, dan setidaknya tidak ketinggalan tentang perkembangan politik Indonesia. Berita olahraga, saya menunggu kalau ada berita mengenai olahraga Indonesia, misalnya sepakbola atau badminton. Kalau dunia mancanegara saya juga sering menunggu berita mengenai konflik apa yang sedang terjadi di negara itu, pemilihan presiden atau berita lainnya, kalau dunia bola saya menunggu berita Intermilan hehe. Ya, program televisi yang mengedukasi semua orang, memberikan infomasi yang real, informatif serta berimbang antara kenyataan dan berita yang disajikan.


       Harapan saya untuk program televisi Indonesia, supaya lebih mengutamakan informasi yang mengedukasi  penontonnya khususnya masyarakat Indonesia, bukan hanya membuat program acara untuk mengejar rating saja. Sebenarnya, saya rindu sekali tontonan televsi yang mendidik di Indonesia, namun untuk mengurangi kerinduan tersebut saya mengalihkan menonton acara televisi di tv kabel sekalian belajar bahasa inggris hehehe.


Kalau kalian gimana terhadap tontonan televisi zaman sekarang? kalau saya sih, merindukan tontonan televisi yang mendidik. Yuk kita saling berbagi informasi dan sharing :)



24 komentar:

  1. Sebetulnya kalo pemerintah kita tegas ttg acara TV mana yg layak tayang, mana yg tdk layang tayang, maka acara2 TV pasti lebih asyik utk ditonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi pada kenyataan sikap pemerintah kurang respect mbak sama program televi sekarang mah :D

      Hapus
    2. Iya mak. bener banget... saya sampai bingung mau nonton di channel mana.. apalagi setelah maghrib isinya sinetrooon semua.. heheh *beberapa maksudnya*

      Hapus
    3. Hehehe, rata" ya Mak sinetron semua huuuffftt. Mendingan ngeblog aja Mak ^.^

      Hapus
  2. Saya paling sebel tuh sama take me out, liat iklan nya aja malas kaliii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bisa pindah ke channel lain yang lebih bermanfaat :D

      Hapus
  3. Acara anak-anak juga iklannya suka aneh-aneh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak, karena iklan yang membayar hehehe.

      Hapus
  4. ini lembaga sensor pada kemana ya,kenapa di tipi banyak banget acara ga mutu dan sangat tidak mendidik
    udah gitu iklan juga makin aneh, cuma mentingin unsur komersialnya aja. sama sekali ga ada pesan moral maupun unsur yang mendidik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul tuh ibaratnya sekarng lembaga sensor cuma numpang lewat ya tugasnya *eh. Ya, begitulah karena iklan yang membayar besar :D

      Hapus
  5. Banyaknya saluran TV yang ada lebih membuat di anatara perusahaan tersebut harus dapat berkompetisi untuk memberikan tayangan yang bermutu. Bukan hanya hal pemberitaan, namun sekarang TV sudah banyak melirik hal tentang yang bersifat edukatif dengan mengangkat seni dan tradisi Indonesia dan kulinernya. Jadi semakin banyak tahu masyarakat tentang Indoensia.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, saya lebih suka saat-saat ini menonton acara program televisi yang lebih mengedukasi, seperti mengangkat kuliner atau tempat wisatanya.

      Hapus
  6. Aslkmwrwb.... Salam kenl Mak....

    Dulu saya pernah di -reply pakai tnda seru yg bnyk oleh seorang pembuat acara tv, dear.... :-D.

    Mudah2an masih ada pihak berwenang, mereka yg bergulat dalam dunia pertelevisian, yg mendengarkan gema inspirasimu, mak... :-)

    Kalau saya dan keluarga, tv sudah jadi kebutuhan 'yg tak dipikirkan lagi', mksdnya gak dianggap keberadaan sang tv di rumah... Pas duduk2, mungkn "jd ter tonton", tapi pas gak dinyalain juga, merasa gak ada sesuatu yg kurang, say...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam..Salam kenal kembali Mak ^^

      Hmm...padahal kita kan memberikan kritikan sesuai dengan kenyataan ya Mak hehehe. Wah, lebih bagus gitu apalagi jika berkumpul dengan keluarga saling bercerita dan tanpa menyalakan televisi :D

      Hapus
  7. Ya saya juga setuju mbak titis, saya masih ingat acara di akhir dekade 80-an, misal serial MacGyver yang sangat mendidik, atau Si Doel seperti yang mbak sampaikan. Sekarang malah serial telenovela yang mengangkat tema sosial masyarakat, tetapi justru tidak menggambarkan keadaan masyarakat sebenarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sekarang "sedikit" sekali tayangan televisi yang seperti itu ya, rasanya kita yang menonton kangen menikmati acara tersebut.

      Hapus
  8. Lama-lama pemirsa mulai "jeleh" melihat tayangan TV yang terlalu mengedepankan unsur hiburan yang kelewat batas dan cerita yang di luar nalar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seperti tidak sesuai dengan kenyataan hidup yang sekarang mah.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, jadinya ketika rating sudah berbicara hihihi.

      Oke, tunggu kunjungan balik saya ya :)

      Hapus
  10. memang acara televisi sekarang harus pintar-pintar untuk menontonnya. bahkan yang sudah pilihanpun, harus perlu dicerna dengan banyak sumber yang mendukung. apalagi untuk anak-anak, harus didampingi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak rawan ya mbak untuk anak" apalagi jika kontennya ke arah negatif -,-

      Hapus
  11. Emang, beli smart TV sekarang ini juga percuma, tayangannya nggak banyak yang smart

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D