Pengikut

Ketika Masa Pertemanan Mulai Goyah

Ada apa dengan judul postingan saya ini yang mengambil tema "Ketika Masa Pertemanan Mulai Goyah" ? Postingan ini terinspirasi dari beberapa postingan di social media yang mewarnai beranda Facebook saya dan beberapa pengalaman yang pernah dirasakan oleh "beberapa orang". Saya yakin, diantara kalian pasti pernah merasakan dan mengalami ketika pertemanan mulai goyah. Apa sih yang mendasari ketika pertemanan itu mulai goyah? Melihat dari kacamata pribadi saya, * tsaaaah *, pasti ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut terjadi, diantaranya ketika perbedaan visi dan misi dalam pertemanan, ataupun ketika kalian merasa di "khianati" / mereka pada main di belakangmu. 



Begini saja, cara mudahnya ada beberapa teman yang tiba-tiba menghilang ketika sudah ada teman baru dan melupakan teman seperjuangan alias teman lama, ataupun ada juga yang datang saat kamu merasakan "diatas puncak", dan saat di "bawah" kamu ditinggalkan sama temanmu. Ah, bagi saya kejadian itu akan menerpa kita semua kok dan wajar. Ketika kamu mengalami fase yang terjadi dalam hidupmu dari usiamu yang belasan hingga menuju dua puluhan, berbagai sifat dan kelakuan temanmu sudah kamu lalui dari teman yang asyik diajak sharing atau teman yang asyik diajak ngegaul *eh. Dan nanti disaat yang tepat pula, kamu bisa dapat membedakan mana teman yang bisa mengajakmu berkembang atau yang mampu membuatmu stagnan alias stabil disitu-situ saja. Tidak perlu menyesali apa yang terjadi, jika kamu nantinya akan menemui pertemananmu gak bisa bertahan sesuai dengan harapanmu.



Jika boleh berkomentar, saat kita duduk dan berseragam putih merah adalah pertemanan yang paling jujur, dimana tak pernah memandangmu dari status sosialmu dan apa adanya. Ah...saya rindu pertemanan seperti itu.


Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika masa pertemanan mulai goyah? Marah kah atau saling membenci? Saya rasa tidak perlu ! Dinikmatin aja prosesnya, mungkin memang jalannya sudah begini, biarkan waktu yang akan mengembalikkan seperti awal jika masih bisa. Namun, jangan pernah ada rasa saling benci atau memutuskan silahturahmi, karena memang itu tidak dianjurkan di agama. 



Siklus pertemanan itu ada surut dan pasang, namun sebagai seorang manusia tetaplah berteman! Ketika perbedaan visi dan misi sudah tak bisa dihindari, mau diapakah lagi? Percuma, ketika masih melanjutkan pertemanan yang sudah berbeda arah. Mungkin ada yang merasa nyaman dengan berteman yang "levelnya" sama karena status sosial dan ekonomi yang sama, dimana tak pernah memandang keadaan teman lainnya. Toh, bagi saya pribadi kenyamanan dalam berteman itu tidak berlandaskan tentang kesamaan dalam status ekonomi atau apalah, namun lebih kearah kenyamanan dalam hal sharing dan saling memotivasi.



Karena bagi saya pertemanan yang dilandasi dengan rasa jujur dan tanpa paksaan akan mampu bertahan lama sampai belasan tahun dan itu sudah saya buktikan dimana saya masih berkomunikasi dengan mereka. Saling intropeksi diri sendiri aja tanpa harus saling menusuk di belakang *eh

Sumber : Internet 
Nah, ada pesan nih buat pertemananmu
Jangan pernah melupakan 3 tipe orang dalam kehidupanmu : 
1. Siapa yang menolongmu saat kamu kesusahan
2. Siapa yang meninggalkanmu saat kamu susah
3. Siapa yang melemparmu saat kamu susah



Kira-kira begitulah artinya hihihi. Jadi, bersikap dewasalah dalam menyikapi, tidak komentar tidak perlu. Selamat belajar dewasa dalam hal pertemanan, nanti pada dasarnya lingkungan akan membuka pertemananmu lebih luas lagi dengan ruang lingkup yang tidak disitu-situ saja. Setiap orang, saya yakin pernah mengalami gejolak seperti ini so hidup harus jalan terus !

~Salam bahagia ~

19 komentar:

  1. Halo kak, salam kenal :)

    Setuju banget deh sama tulisannya. Iya bener banget, dinikmati aja setiap prosesnya :)

    Kalau saya sih untuk menghindari konflik-konflik pertemanan yaa gak terlalu kepo dan ikut campur sama urusan pribadinya :) Kalo mereka butuh bantuan atau tempat curhat, mereka pasti akan cerita tanpa kita minta :)

    Semakin dewasa, drama dalam pertemanan itu makin sedikit kok, temen yang bener-bener temen juga makin ter-filter. jadi tusuk menusuk dari belakang itu ga bakal ada :) *menurut saya sih* :D

    BalasHapus
  2. Ada lagi tuh istilahnya...gak mau temenan krn beda frekuensi. Setuju mak kedewasaan pun perlu dlm berteman. Apalagi diusia yg jg udh gak anak2 or abege lagi

    BalasHapus
  3. Setuju banget mak Titis. Meski dewasa dalam menyikapi apapun. Tp terkadang usia tidak menjamin kedewasaan seseorang ya. Saya pernah mengalami juga masa2 begini.

    BalasHapus
  4. Saya jg mengalami

    dan saya memang mrasa nyaman dg yg selevel, hehe

    BalasHapus
  5. tenang aja.... pertemanan itu juga termasuk yang seleksi alam..dibawa santai aja selama g gangguin hidup kita :*

    BalasHapus
  6. Semua'a pernah saya alami, tapi yang paling sering sih karena ada teman batu, tapi itu juga karena lingkungan pergaulannya yang beda

    BalasHapus
  7. Sejalan dengan waktu, pasti ketauan mana teman yang benar2 teman mana yang nggak. Duh jadi inget jaman2 masih berseragam putih merah *kangen teman2 masa kecil :D

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah pertemananku dengan teman-temanku tak pernah goyah, jarang ketemu ia, soalnya sudah pada sibuk dengan jalan, mimpi, dan cita-cita yang mereka ambil. Apakah itu berarti goyah? Tentu tidak. Kami tetap berteman dan jika ada waktu kami menyempatkan bertemu ya minimal say hiii di sosmed atau curhat-curhatan di grup ^^

    BalasHapus
  9. catet dah ini :D bukan milih milih, tapi lebih baik berteman dengan yang benar - benar teman :)

    BalasHapus
  10. Ketika pertemanan mulai goyah mungkin ada baiknya saling intropeksi diri, hingga akhirnya sama-sama menyadari betapa berharganya sebuah persahabatan yang telah terjalin dengan baik :D

    BalasHapus
  11. ya paling sering ngalamin ditinggal temen karna mereka ada temen baru, dan juga biasa ketemu temen yang pilih". pilih" dalam artian melihat derajat

    BalasHapus
  12. anything can happen indeed..bahkan dalam pertemanan yang sudah lama sekalipun :)

    BalasHapus
  13. Saya pernah mengalaminya dan itu dengan sahabat paling dekat. Sedih luar biasa sedih, tapi setuju dengan tulisannya mba, hidup harus jalan terus, dan masih bayak sahabat2 lain yang ga berubah :)

    BalasHapus
  14. Semoga kita tetap berteman ya mbak... hehehe

    BalasHapus
  15. aku pernah merasakannya juga kok..teman dekat berubah mjd jauh :(

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D