Pengikut

Bijaksana-lah Menggunakan Group di Social Media

Social media adalah sebagai sarana komunikasi antara kita dengan teman "lama" ataupun mereka yang tak bisa bertatap muka di dunia nyata. Kehadiran social media sungguh luar biasa, dari mereka yang "pendiam" di dunia nyata namun aktif di dunia "maya", dan setiap hari setiap bangun tidur sebagian dari kita langsung mengecek situs social medianya. Untuk social media sendiri ada beberapa macam, dari friendster, facebook, twitter, path hingga merambah ke blog ataupun ke pesan online yaitu WhatsApp dan line. Setiap pesan online pasti memudahkan setiap pelanggannya untuk berkomunikasi. Namun sudah-kah Anda bijaksana dalam menggunakan group di social media? Terutama untuk group WhatsApp ataupun Line hingga BBM? Anda termasuk dalam kriteria apakah dalam memanfaatkanlah aplikasi tersebut? Aktif sebagai pengguna atau hanya terdiam membaca percakapan rekan-rekan Anda di group tersebut? Hmm...jika kamu termasuk golongan yang hanya menyimak percakapan dan baru turut berpartisipasi jika pembahasannya pas, maka kamu cocok denganku *eh. Dalam arti kita bukanlah orang yang aktif dalam group. Bayangkan saja, ketika kita mempunyai group 5 di WhatsApp dan di line beberapa juga. Bayangkan juga ketika itu group selalu aktif dan selalu mengusik waktu kerja dengan percakapan yang gak jelas. Saran saya, sebaiknya untuk notif di group di silent saja biar keberadaan group yang beraneka macam tidak menganggu aktivitas kita. Lalu, bagaimana sikap kita terhadap aktifnya beberapa orang di group dan sangat menganggu ? Jujur saya, saya kurang sreg ketika saya bergabung dengan group A atau B namun isi pembahasannya mengenai pribadi bukan pada tujuan awal, misalnya jika group tersebut adalah group blog yang tujuannya dibuat group tersebut yaitu sebagai wadah / sarana untuk berkomunikasi sharing mengenai blog. Sangat wajar, ketika group tersebut tidak seutuhnya pembahasannya mengenai blog, dengan diiringi selingan bercanda / humor namun jika kapasitas selama group tersebut hanya sekedar kebanyakan bercandanya rasanya ingin sekali saya leave dari grup fuuuhh...

sumber : internet
Kalau kamu sebagai blogger, gimana caranya menggunakan group di social media? Hanya menyimak atau turut serta aktif kah? Sebaiknya, kita sebagai partisipasi group di WA, harus mengetahui batasan-batasan, apakah percakapan kita di group tersebut menganggu atau tidak dengan partispasi teman yang lain? Bayangkan saja, setiap waktu entah pagi, siang, sore bahkan sampai malam selalu rame sekali. Cobalah sadar diri, jika kalian termasuk orang yang aktif dalam group social media, setidaknya kehadiran kalian tidak menganggu secara langsung kehadiran yang lainnya. Gunakanlah group social media dengan bijaksana, dalam hal mengetahui batasan-batasannya, gunakan seperlunya untuk kepentingan bersama / umum bukan kepentingan pribadi. Alangkah bahagianya, jika kita bisa menggunakan group di social media untuk hal yang bermanfaat seperti share informasi yang berguna bagi yang lainnya. Tidak sebatas hanya untuk "merugikan" orang lain. Kalau kamu sebagai partisipasi di group yang super rame, bagaimana sikapmu tehadap group-group social media yang aktif sekali setiap detiknya?

24 komentar:

  1. saya prefer silent reader. kasih komentar jika perlu aja :)

    BalasHapus
  2. Apalagi yg dibahas nyinyirin si ini si itu trus dijadiiin bahan becandaan malas banget ikutan nimbrung jdnya keikut negatif, klo bahas soal hobby atau temen SMU atau kuliah mereka udah knal sejak lama sih ya tp ngga setiap waktu jg chatting karena masing2 punya kesibukan paling bahas kapan reunian

    BalasHapus
  3. Ya tinggal kitanya aja kali mba yg membatasi diri kita sendiri, karena kan klo mau ngelarang orang lain mau ngobrolin ini itu susah, namanya juga orang banyak di grup kan. Tertarik ya nimbrung... klo enggak ya silent reader aja :)

    BalasHapus
  4. Aku memang selektif soal grup, ya terpaksa leave grup kalau isinya gak sesuai dengan prinsip yang aku anut, dan biasanya selalu pamit, Tapi kalau hanya soal terlalu banyak pembicaraan didalamnya dan kita gak selalu bisa ngikutin topiknya sih biasanya aku silent reader.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, tergantung sikon ya mbak :)

      Hapus
  5. Kalo sy krg aktif di grup WA dll, lebih srg silent reader. Kalo nyolek sy baru nimbrung hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, minta di colek ya mbak baru ikutan nimbrung

      Hapus
  6. Yang jelas matiin notif haha. Demi keselamatan komunikasi alias ngga kehabisan batre. Biasanya tetap silent reader karena kalau sudah rame suka bingung mau nimbrung apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, silent rider pilihan yang terbaik ya :)

      Hapus
  7. Aku juga yg termasuk silent reader mak klo mskin lama group nya ga sesuai sama hati ya di leave aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, silent rider pilihan yang terbaik ya :)

      Hapus
  8. aaa, bener banget mak. saya pernah gabung di grup guru tp bahasnya jodoh jadi saya leave abis mulai merasa ga nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi..iya mbak, gak nyaman mending leave yak

      Hapus
  9. Komentar seperlunya, kalau memang lagi nyantai :D atau nyamber kalau ada yang menarik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gunakan dengan bijaksana ya mbak :)

      Hapus
  10. Di beberapa grup aku silent reader mba, soalnya tab ngga selalu aku juga yang bawa, makenya barengan ma suami. Jadi notif sampe ribuan baru aku baca hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih, ribuan notifnya pasti bingung bacanya hehehe

      Hapus
  11. tergantung groupnya sih kalau aku

    BalasHapus
  12. Aku tergantung topik yang dibicarakan sih memang. Ada grup WA yang notifnya ampuuun banyaknya dan aku selalu ketinggalan, maka memilih jadi silent reader aja. Hikks ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, silent rider jalan terbaik :)

      Hapus

Yuk berkomentar di blog saya, saling berbagi informasi untuk orang lain juga :)

Terima kasih sudah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya di blog kalian ya :D